Salat adalah ibadah wajib bagi umat Islam yang harus dikerjakan dengan sempurna. Namun, terkadang dalam kesibukan dan kelalaian, kita bisa melakukan kesalahan saat salat. Di sinilah peran sujud sahwi menjadi penting. Artikel ini akan membahas secara lengkap tata cara sujud sahwi, agar kita bisa memperbaiki kesalahan yang mungkin terjadi dan salat kita tetap sah di hadapan Allah.
Apa Itu Sujud Sahwi?
Sujud sahwi adalah dua kali sujud yang dilakukan di akhir salat untuk mengganti kekurangan atau kelebihan dalam gerakan salat yang disengaja maupun tidak disengaja. Tata cara sujud sahwi adalah cara yang diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk memperbaiki kesalahan dalam salat agar tidak mengurangi kesempurnaan ibadah kita.
Kapan Seseorang Melakukan Sujud Sahwi?
Sujud sahwi dilakukan ketika seseorang lupa melakukan salah satu dari beberapa hal penting dalam salat. Lupa ini bisa berupa:
- Meninggalkan salah satu dari wajib salat, seperti tidak membaca surah Al-Fatihah atau tidak duduk tasyahud awal.
- Melakukan kelebihan dalam salat, seperti berdiri setelah sujud sahwi pada rakaat kedua padahal seharusnya duduk, atau menambah rakaat salat.
- Ragu-ragu dalam jumlah rakaat, misalnya ragu apakah sudah salat tiga atau empat rakaat, dan kemudian memilih jumlah yang paling sedikit lalu bertambah yakin.
Intinya, jika ada yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW saat salat, kemungkinan besar kita perlu melakukan sujud sahwi.
Bagaimana Cara Melakukan Sujud Sahwi?
Tata cara sujud sahwi sangat sederhana. Setelah selesai membaca tasyahud akhir dan sebelum salam, seseorang disunnahkan untuk melakukan sujud sahwi. Urutannya adalah sebagai berikut:
- Setelah selesai membaca tasyahud akhir dan sebelum salam, ucapkan salam ke kanan saja (misalnya “Assalamu’alaikum”).
- Kemudian, lakukan dua kali sujud seperti sujud biasa. Di antara kedua sujud sahwi ini, duduk sebentar seperti duduk di antara dua sujud.
- Setelah sujud sahwi kedua, duduk kembali dan ucapkan salam ke kanan dan ke kiri untuk mengakhiri salat.
Saat sujud sahwi, kita disunnahkan membaca doa khusus sujud sahwi, yaitu “Subhanalladzi la yanamu wa la yas-hu”. Doa ini dibaca berulang-ulang hingga kita bangkit dari sujud.
Bacaan Saat Sujud Sahwi
Dalam sujud sahwi, ada bacaan yang disunnahkan untuk dibaca. Bacaan ini membantu kita mengingat Allah dan memohon ampun atas kelalaian. Bacaan yang paling umum adalah:
- “Subhanalladzi la yanamu wa la yas-hu” (Maha Suci Dzat yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa).
- Boleh juga membaca bacaan sujud biasa seperti “Subhana rabbiyal a’la” (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi).
Yang terpenting adalah kita khusyuk dan menyadari bahwa kita sedang memperbaiki kesalahan dalam salat. Membaca doa ini dengan penuh penghayatan akan membuat sujud sahwi kita lebih bermakna.
Perbedaan Sujud Sahwi Sebelum dan Sesudah Salam
Dalam tata cara sujud sahwi, ada dua posisi utama kapan sujud sahwi dilakukan: sebelum salam dan sesudah salam. Kapan kita melakukannya tergantung pada jenis kesalahan yang terjadi.
| Jenis Kesalahan | Waktu Sujud Sahwi |
|---|---|
| Meninggalkan sesuatu yang wajib | Sebelum salam |
| Menambah sesuatu yang bukan wajib | Sesudah salam |
Contohnya, jika kita lupa membaca Al-Fatihah di salah satu rakaat, kita akan melakukan sujud sahwi sebelum salam. Jika kita secara tidak sengaja berdiri tambahan di rakaat kelima dalam salat Maghrib, kita akan melakukan sujud sahwi setelah salam.
Contoh Kasus Lupa dalam Salat
Mari kita lihat beberapa contoh agar lebih paham kapan tata cara sujud sahwi ini perlu diterapkan. Bayangkan:
- Anda salat Maghrib dan lupa duduk tasyahud awal. Anda teringat saat sudah berdiri tegak untuk rakaat ketiga. Maka, setelah salam terakhir, Anda melakukan sujud sahwi dua kali.
- Anda salat Ashar dan ragu apakah sudah empat atau lima rakaat. Anda yakin sudah empat rakaat, lalu Anda tambah satu rakaat lagi (menjadi lima). Maka, setelah salam terakhir, Anda melakukan sujud sahwi dua kali.
Contoh-contoh ini menunjukkan betapa pentingnya mengenali jenis kelupaan agar bisa melakukan sujud sahwi dengan benar.
Bagaimana Jika Ragu-Ragu?
Ragu-ragu dalam salat juga merupakan salah satu alasan untuk melakukan sujud sahwi. Ragu di sini berarti kita tidak yakin apakah sudah melakukan sesuatu atau belum, atau berapa jumlah rakaat yang sudah dikerjakan.
- Jika Anda ragu apakah sudah membaca surah Al-Fatihah di rakaat kedua, dan Anda lebih cenderung sudah membacanya, maka Anda lanjutkan salat seperti biasa dan lakukan sujud sahwi sebelum salam.
- Jika Anda ragu apakah sudah dua atau tiga rakaat, dan Anda memilih jumlah yang lebih sedikit (misalnya Anda yakin sudah dua rakaat), maka Anda selesaikan rakaat ketiga dan keempat, lalu lakukan sujud sahwi sebelum salam.
Intinya, jika keraguan itu membuat Anda merasa ada yang kurang atau lebih dari gerakan salat, sujud sahwi adalah solusinya.
Sujud Sahwi Setelah Salam
Ada kalanya sujud sahwi dilakukan setelah kita mengucapkan salam penutup salat. Ini biasanya terjadi jika kita melakukan kelebihan dalam salat. Contohnya:
- Anda salat Zuhur dan tidak sengaja berdiri untuk rakaat kelima. Setelah selesai salat, Anda baru menyadari kekeliruan tersebut. Maka, Anda disunnahkan untuk melakukan sujud sahwi setelah salam.
- Anda salat Asar dan secara tidak sadar menambah satu rukuk (membungkuk) pada salah satu rakaat. Kesalahan ini tergolong kelebihan gerakan, sehingga sujud sahwi dilakukan setelah salam.
Jadi, meskipun sudah salam, jika ada kesalahan berupa kelebihan, tata cara sujud sahwi tetap berlaku, yaitu dengan melakukannya setelah salam.
Sujud Sahwi Sebelum Salam
Sebaliknya, sujud sahwi dilakukan sebelum salam jika kita melakukan kekurangan dalam salat. Kekurangan di sini berarti meninggalkan salah satu dari rukun salat yang wajib dilakukan.
- Jika Anda lupa duduk tasyahud awal dan sudah terlanjur berdiri untuk rakaat berikutnya, maka tasyahud awal tersebut gugur. Anda harus menyelesaikan salat Anda, kemudian melakukan sujud sahwi sebelum salam.
- Jika Anda lupa membaca surah pendek setelah Al-Fatihah di salah satu rakaat, dan Anda tidak sengaja bangkit untuk rukuk, maka Anda akan melakukan sujud sahwi sebelum salam setelah selesai tasyahud akhir.
Tujuannya adalah untuk menambal kekurangan yang terjadi sebelum ibadah salat benar-benar berakhir.
Doa Saat Sujud Sahwi
Meskipun bacaan sujud sahwi yang paling utama adalah “Subhanalladzi la yanamu wa la yas-hu”, kita juga bisa membaca doa lain yang sesuai. Penting untuk diingat bahwa saat sujud sahwi, kita sedang meminta ampun atas kelalaian kita dalam beribadah.
- Doa yang dianjurkan adalah yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
- Kita bisa membaca tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), tahlil (La ilaha illallah), atau istighfar (Astaghfirullah).
Namun, jika kita belum hafal doa khusus sujud sahwi, membaca tasbih biasa seperti saat sujud dalam salat juga sudah mencukupi.
Kesimpulan
Memahami tata cara sujud sahwi sangatlah penting agar salat kita senantiasa terjaga kesempurnaannya. Dengan melakukan sujud sahwi, kita tidak perlu khawatir berlebihan jika melakukan kesalahan kecil dalam salat. Ingatlah, Allah Maha Pengampun dan Maha Menerima taubat. Dengan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, ibadah salat kita akan lebih baik dan lebih mendekatkan diri kepada-Nya.