Panduan Lengkap Cara Menggunakan Jangka Sorong untuk Pelajar

Pernahkah kamu diminta mengukur benda dengan presisi tinggi di sekolah, misalnya ketebalan koin atau diameter bagian kecil dari sebuah komponen? Nah, alat yang paling pas untuk pekerjaan ini adalah jangka sorong. Mempelajari cara menggunakan jangka sorong dengan benar akan membantumu mendapatkan hasil pengukuran yang akurat. Artikel ini akan memandumu langkah demi langkah agar kamu mahir menggunakan alat ukur penting ini.

Apa Itu Jangka Sorong dan Bagian-Bagiannya?

Jangka sorong adalah alat ukur presisi yang digunakan untuk mengukur panjang, lebar, tinggi, kedalaman, dan diameter luar maupun dalam suatu benda. Ketepatan pengukurannya jauh lebih baik dibandingkan penggaris biasa, menjadikannya sangat berguna dalam pelajaran fisika, teknik, dan kerajinan.

Membaca Skala Utama Jangka Sorong

Skala utama pada jangka sorong mirip dengan penggaris biasa. Terdiri dari angka-angka dalam satuan sentimeter (cm) dan milimeter (mm). Saat melakukan pengukuran, langkah pertama adalah melihat di mana angka nol pada skala nonius (skala geser) berhenti. Angka sebelum garis nol skala nonius pada skala utama itulah nilai pengukuranmu dalam sentimeter atau milimeter.

Misalnya, jika angka nol pada skala nonius berada di antara 1 cm dan 2 cm, maka hasil pengukuran utamamu adalah 1 cm. Jika berhenti di antara 12 mm dan 13 mm, maka hasil utamamu adalah 12 mm.

Cara Membaca Skala Nonius Jangka Sorong

Skala nonius adalah bagian geser pada jangka sorong yang memiliki garis-garis lebih rapat. Skala ini berfungsi untuk memberikan pembacaan tambahan yang sangat kecil, sehingga pengukuran menjadi lebih akurat. Angka-angka pada skala nonius biasanya berkisar antara 0 hingga 10, atau 0 hingga 20, tergantung jenis jangka sorongnya.

Inti dari cara menggunakan jangka sorong adalah menemukan garis pada skala nonius yang LURUS atau SEJAJAR sempurna dengan salah satu garis pada skala utama. Garis inilah yang akan memberimu nilai ketelitian atau angka di belakang koma pada hasil pengukuranmu.

Menentukan Nilai Ketelitian dari Skala Nonius

Setiap jangka sorong memiliki nilai ketelitian yang berbeda-beda. Nilai ini biasanya tertera pada bagian bawah skala nonius, misalnya 0,02 mm, 0,05 mm, atau 0,1 mm. Nilai ketelitian ini menunjukkan seberapa kecil perbedaan yang bisa diukur oleh jangka sorong tersebut.

  • Jika tertera 0,02 mm, berarti setiap garis pada skala nonius mewakili 0,02 mm.
  • Jika tertera 0,05 mm, berarti setiap garis pada skala nonius mewakili 0,05 mm.
  • Jika tertera 0,1 mm, berarti setiap garis pada skala nonius mewakili 0,1 mm.

Untuk menemukan garis yang sejajar, kamu perlu sedikit kesabaran dan ketelitian mata.

Langkah-langkah Mengukur Panjang Benda

Mengukur panjang benda dengan jangka sorong cukup sederhana. Pertama, jepitkan benda yang ingin diukur di antara kedua rahang ukur luar. Pastikan benda terjepit dengan pas, tidak terlalu kencang dan tidak terlalu longgar.

Setelah terjepit, baca skala utama tepat sebelum angka nol pada skala nonius. Kemudian, cari garis pada skala nonius yang lurus dengan salah satu garis pada skala utama. Kalikan nomor garis nonius yang sejajar itu dengan nilai ketelitian jangka sorongmu.

Contoh langkah-langkah:

  1. Atur benda di antara rahang ukur luar.
  2. Baca skala utama di sebelah kiri angka nol skala nonius.
  3. Cari garis nonius yang sejajar dengan garis skala utama.
  4. Kalikan nomor garis nonius dengan nilai ketelitian.
  5. Jumlahkan hasil pembacaan skala utama dan hasil perkalian skala nonius.

Cara Mengukur Diameter Luar Benda

Untuk mengukur diameter luar benda seperti bola atau tabung, gunakan rahang ukur luar yang ada di bagian bawah jangka sorong. Jepitkan benda di antara kedua rahang tersebut.

Setelah benda terjepit, lakukan langkah pembacaan yang sama seperti mengukur panjang: baca skala utama di sebelah kiri angka nol skala nonius, lalu cari garis nonius yang sejajar. Kalikan nomor garis yang sejajar dengan nilai ketelitian jangka sorong.

Hasil pengukuran diameter luar adalah jumlah dari pembacaan skala utama dan hasil perkalian skala nonius.

Tahap Deskripsi
1 Jepit benda dengan rahang ukur luar.
2 Baca skala utama sebelum angka nol nonius.
3 Cari garis nonius yang sejajar.
4 Kalikan nomor garis nonius dengan nilai ketelitian.
5 Jumlahkan kedua hasil pembacaan.

Cara Mengukur Diameter Dalam Benda

Mengukur diameter dalam, misalnya diameter lubang pada sebuah benda, menggunakan rahang ukur dalam yang ada di bagian atas jangka sorong. Masukkan rahang ukur dalam ke dalam lubang benda.

Dorong rahang ukur dalam hingga pas di sisi dalam lubang. Setelah pas, baca skala utama tepat di depan angka nol skala nonius. Kemudian, cari garis pada skala nonius yang sejajar dengan salah satu garis pada skala utama.

Sama seperti sebelumnya, kalikan nomor garis nonius yang sejajar dengan nilai ketelitian jangka sorongmu. Hasil akhir didapat dengan menjumlahkan pembacaan skala utama dan hasil perkalian skala nonius.

Cara Mengukur Kedalaman Lubang

Jangka sorong juga bisa digunakan untuk mengukur kedalaman lubang, misalnya kedalaman wadah atau lubang baut. Gunakan ekor pengukur kedalaman yang keluar dari bagian belakang jangka sorong.

Letakkan dasar jangka sorong di permukaan benda. Tarik ekor pengukur hingga ujungnya menyentuh dasar lubang yang ingin diukur kedalamannya. Setelah itu, baca skala utama di sebelah kiri angka nol skala nonius yang terlihat.

Selanjutnya, cari garis pada skala nonius yang sejajar sempurna dengan salah satu garis pada skala utama. Kalikan nomor garis nonius tersebut dengan nilai ketelitian jangka sorong untuk mendapatkan bagian pengukuran yang lebih detail.

Berikut adalah urutan langkahnya:

  1. Tempatkan dasar jangka sorong di permukaan.
  2. Tarik ekor ukur kedalaman sampai menyentuh dasar lubang.
  3. Baca skala utama di depan angka nol skala nonius.
  4. Temukan garis nonius yang sejajar.
  5. Kalikan nomor garis sejajar dengan nilai ketelitian.
  6. Jumlahkan kedua nilai tersebut untuk hasil akhir.

Tips Agar Pengukuran Semakin Akurat

Agar hasil pengukuranmu dengan jangka sorong semakin akurat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pastikan jangka sorong dalam kondisi bersih dan tidak berkarat. Kotoran atau karat bisa mengganggu pergerakan skala dan mengurangi ketelitiannya.

Kedua, saat menjepit benda, gunakan tekanan yang pas. Jangan terlalu kuat karena bisa merusak benda atau jangka sorong, dan jangan terlalu longgar agar tidak ada celah. Ketiga, usahakan matamu tegak lurus saat membaca skala untuk menghindari kesalahan paralaks.

  • Pastikan jangka sorong bersih.
  • Gunakan tekanan penjepitan yang tepat.
  • Hindari kesalahan paralaks dengan melihat tegak lurus.
  • Latih terus membaca skala utama dan nonius.

Memahami cara menggunakan jangka sorong memang membutuhkan latihan. Semakin sering kamu berlatih, semakin mudah bagimu membaca skala dan mendapatkan hasil yang akurat.

Kesalahan Umum Saat Menggunakan Jangka Sorong

Salah satu kesalahan paling umum adalah salah membaca skala utama atau skala nonius. Terutama saat mencari garis yang sejajar, perlu ketelitian ekstra. Kadang, kita bisa salah mengira garis yang hampir sejajar sebagai garis yang benar-benar sejajar.

Kesalahan lain adalah tidak memperhatikan nilai ketelitian jangka sorong. Setiap jangka sorong memiliki tingkat akurasi yang berbeda, dan mengabaikan nilai ini akan membuat hasil perhitunganmu keliru.

Berikut beberapa kesalahan yang harus dihindari:

  1. Salah mengidentifikasi garis sejajar pada skala nonius.
  2. Mengabaikan nilai ketelitian jangka sorong.
  3. Membaca skala dari sudut yang tidak tepat (paralaks).
  4. Menggunakan jangka sorong yang kotor atau rusak.

Selalu periksa kembali hasil pengukuranmu. Jika memungkinkan, ukur benda yang sama beberapa kali untuk memastikan konsistensi hasil.

Merawat Jangka Sorong Agar Awet

Perawatan jangka sorong sangat penting agar alat ini tetap akurat dan tahan lama. Setelah selesai digunakan, bersihkan bagian-bagian jangka sorong dari debu atau kotoran. Gunakan kain bersih yang lembut untuk membersihkannya.

Simpan jangka sorong di tempat yang aman dan kering. Hindari menjatuhkannya atau menindihnya dengan benda berat. Jika jangka sorongmu memiliki kotak penyimpanan, gunakanlah. Ini akan melindunginya dari benturan dan debu.

Periksa secara berkala bagian-bagian yang bergerak, seperti rahang dan skala geser. Pastikan tidak ada yang seret atau kaku. Jika perlu, teteskan sedikit minyak pelumas khusus alat ukur, namun jangan berlebihan.

Contoh Soal Latihan Menggunakan Jangka Sorong

Mari kita coba latihan soal. Bayangkan skala utama menunjukkan angka 3,4 cm (atau 34 mm) sebelum angka nol skala nonius. Dan garis ke-7 pada skala nonius sejajar dengan salah satu garis skala utama, dengan nilai ketelitian jangka sorong adalah 0,02 mm. Berapa hasil pengukurannya?

Pertama, pembacaan skala utama adalah 34 mm. Kedua, pembacaan skala nonius adalah garis ke-7 dikali nilai ketelitian: 7 x 0,02 mm = 0,14 mm. Jadi, hasil pengukuran total adalah 34 mm + 0,14 mm = 34,14 mm.

Dalam satuan cm, itu berarti 3,414 cm.

Skala Utama Garis Nonius Sejajar Nilai Ketelitian Hasil Pengukuran (mm)
34 mm 7 0,02 mm 34 + (7 * 0,02) = 34,14 mm
2,5 cm (25 mm) 3 0,05 mm 25 + (3 * 0,05) = 25,15 mm
42 mm 5 0,1 mm 42 + (5 * 0,1) = 42,5 mm

Kesimpulan

Memahami cara menggunakan jangka sorong adalah keterampilan penting yang akan membantumu dalam banyak situasi, baik di sekolah maupun di luar. Dengan sedikit latihan dan ketelitian, kamu pasti bisa menguasai cara membaca skala utama dan nonius, serta melakukan pengukuran berbagai dimensi benda dengan akurat. Ingatlah untuk selalu merawat alatmu agar tetap awet dan hasil pengukuranmu pun tetap presisi. Selamat mencoba!