Sholat adalah tiang agama, dan salah satu sholat wajib yang harus kita laksanakan adalah sholat Isya. Sholat Isya adalah sholat malam yang dikerjakan setelah sholat Maghrib dan sebelum waktu Subuh. Memahami tata cara sholat Isya dengan benar adalah penting agar ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Artikel ini akan membahas secara rinci tata cara sholat Isya mulai dari niat hingga salam, semoga bisa membantu kamu menjalankan sholat Isya dengan lebih khusyuk.
Waktu Pelaksanaan Sholat Isya
Kapan sih waktu terbaik untuk sholat Isya? Ada beberapa pandangan mengenai ini, tapi intinya adalah setelah hilangnya mega merah di ufuk barat dan masuknya waktu malam. Secara umum, sholat Isya dimulai setelah waktu Maghrib berakhir dan berlangsung hingga sebelum terbitnya fajar Shadiq (fajar yang sebenarnya). Waktu ini memberikan jeda yang cukup bagi kita untuk menyelesaikan urusan duniawi sebelum kembali fokus pada ibadah malam.
Ada kalanya kita bingung kapan tepatnya mega merah itu hilang. Nah, ini dia beberapa ciri yang bisa kamu perhatikan:
- Langit sudah benar-benar gelap.
- Bintang-bintang mulai terlihat jelas.
- Tidak ada lagi semburat warna kemerahan di langit sebelah barat.
Jadi, jangan terburu-buru ya. Kalau kamu masih ragu, lebih baik menunggu sampai kamu yakin waktu Isya sudah masuk.
Perlu diingat juga, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai batas akhir waktu Isya. Sebagian berpendapat hingga pertengahan malam, sebagian lagi hingga sebelum Subuh. Untuk amannya, usahakan sholat Isya di awal waktu atau tidak terlalu mepet.
Niat Sholat Isya
Setiap ibadah dimulai dengan niat. Tanpa niat, sholat kita tidak akan sah. Niat sholat Isya diucapkan dalam hati, namun melafadzkannya juga diperbolehkan sebagai penguat. Penting untuk melafazkan niat dengan sungguh-sungguh dan ikhlas karena Allah SWT.
Berikut adalah lafadz niat sholat Isya yang bisa kamu ucapkan:
- Niat untuk sholat Isya sendiri (munfarid):
Ushalli fardal ishaa’i rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillahi ta’aalaa. - Niat untuk sholat Isya berjamaah sebagai makmum:
Ushalli fardal ishaa’i rak’ataini ma’muman mustaqbilal qiblati adaa’an lillahi ta’aalaa. - Niat untuk sholat Isya berjamaah sebagai imam:
Ushalli fardal ishaa’i rak’ataini imaaman mustaqbilal qiblati adaa’an lillahi ta’aalaa.
Meskipun niat di dalam hati sudah cukup, melafadzkannya bisa membantu kita untuk lebih fokus dan tidak lupa. Anggap saja seperti mengingatkan diri sendiri bahwa kita akan segera memulai ibadah penting.
Ingat, niat harus tulus karena Allah. Bukan karena ingin dilihat orang lain atau sekadar ikut-ikutan. Niat inilah yang membedakan antara kebiasaan dan ibadah yang bernilai.
Takbiratul Ihram
Setelah niat, gerakan pertama dalam sholat adalah takbiratul ihram. Ini adalah momen penting yang menandai dimulainya sholat. Saat melakukan takbiratul ihram, kita mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan “Allahu Akbar”, yang artinya “Allah Maha Besar”.
Bagaimana cara melakukannya? Perhatikan langkah-langkah berikut:
| 1. Angkat kedua tangan | Sejajarkan ujung jari tangan dengan kedua telinga (bagi laki-laki) atau sejajarkan ujung jari tangan dengan pundak (bagi perempuan). |
| 2. Ucapkan “Allahu Akbar” | Ucapkan dengan jelas dan penuh penghayatan. |
| 3. Letakkan tangan | Setelah takbiratul ihram, letakkan tangan kanan di atas tangan kiri (bagi laki-laki) atau kedua tangan diletakkan begitu saja di samping badan (bagi perempuan). |
Posisi tangan saat meletakkan setelah takbiratul ihram ini juga ada perbedaannya ya. Ada yang meletakkan di atas pusar, ada yang di dada. Keduanya memiliki dasar dari hadits, jadi tidak perlu terlalu diperdebatkan. Yang terpenting adalah kita khusyuk.
Gerakan ini adalah penutup dari keharaman hal-hal di luar sholat. Setelah takbiratul ihram, kita tidak boleh lagi makan, minum, berbicara, atau melakukan aktivitas lain yang membatalkan sholat.
Membaca Doa Iftitah dan Ta’awudz
Setelah takbiratul ihram, ada bacaan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dibaca, yaitu doa iftitah dan ta’awudz. Doa iftitah adalah doa pembuka sholat, sedangkan ta’awudz adalah bacaan memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan.
Lafadz doa iftitah dan ta’awudz:
- Doa Iftitah (salah satu versi):
Subhanakallahumma wa bihamdika, wa tabaarakasmuka, wa ta’aalaa jadduka, wa laa ilaaha ghairuk. - Ta’awudz:
A’uudzu billahi minasy syaithaanirrajiim.
Membaca doa ini membantu kita untuk lebih siap memasuki percakapan dengan Allah. Ibaratnya, sebelum kita berbicara dengan orang penting, kita akan mempersiapkan diri kan? Nah, doa iftitah dan ta’awudz ini adalah persiapan kita.
Setelah membaca ta’awudz, kita akan melanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah. Penting untuk membaca Al-Fatihah dengan tartil dan memperhatikan setiap hurufnya.
Membaca Surat Al-Fatihah
Surat Al-Fatihah adalah induk Al-Quran, artinya sholat tidak sah jika tanpa membaca surat ini. Oleh karena itu, membaca Al-Fatihah dalam setiap rakaat sholat hukumnya wajib. Pastikan kamu membacanya dengan benar dan penuh penghayatan.
Urutan bacaan Al-Fatihah:
- Bismillahirohmanirohim.
- Alhamdulillahi robbil ‘aalamiin.
- Arrohmaanirrohiim.
- Maliki yaumiddiin.
- Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin.
- Ihdinas shiroothol mustaqiim.
- Shirootholladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhoolliiin.
Setelah selesai membaca Al-Fatihah, ucapkan “Aamiin” sebagai tanda mengamini bacaan kita. Ada baiknya mengucapkan Aamiin setelah imam selesai membaca Al-Fatihah jika sholat berjamaah.
Penting untuk belajar membaca Al-Fatihah dengan tajwid yang benar. Jika kamu masih belajar, jangan khawatir. Teruslah berlatih, dan insya Allah akan semakin baik.
Membaca Surat Pendek Setelah Al-Fatihah (Rakaat 1 dan 2)
Setelah membaca Al-Fatihah pada rakaat pertama dan kedua sholat Isya, disunnahkan untuk membaca surat pendek dari Al-Quran. Membaca surat pendek ini menambah kesempurnaan sholat kita. Kamu bisa memilih surat pendek apa saja yang kamu hafal.
Beberapa pilihan surat pendek yang umum dibaca:
- Surat Al-Kafirun
- Surat Al-Ikhlas
- Surat Al-Falaq
- Surat An-Naas
- Surat Al-Ashr
Contoh urutan membaca surat pendek:
- Rakaat 1: Al-Fatihah, lalu Surat Al-Kafirun.
- Rakaat 2: Al-Fatihah, lalu Surat Al-Ikhlas.
Membaca surat pendek ini dilakukan ketika sholat sendiri (munfarid) atau ketika menjadi makmum masbuk (terlambat) yang sedang rukuk bersama imam. Namun, jika kamu menjadi makmum biasa dalam sholat berjamaah, maka cukup mendengarkan bacaan imam. Kamu tidak perlu membaca surat pendek lagi.
Rukuk
Setelah membaca surat pendek (jika ada), kita akan melanjutkan ke gerakan rukuk. Rukuk adalah gerakan membungkukkan badan sebagai tanda merendahkan diri di hadapan Allah. Saat rukuk, pastikan punggung lurus sejajar dengan kepala, dan kedua tangan memegang lutut.
Cara melakukan rukuk:
| 1. Bangkit dari berdiri | Ucapkan “Allahu Akbar”. |
| 2. Bungkukkan badan | Jadikan punggung lurus sejajar dengan kepala. |
| 3. Pegang lutut | Kedua tangan diletakkan di lutut, jari-jari tangan sedikit direnggangkan. |
| 4. Baca tasbih | Ucapkan bacaan tasbih minimal tiga kali: Subhaana Robbiyal ‘Adziimi. |
Usahakan untuk tidak terburu-buru saat rukuk. Lakukan dengan thuma’ninah (tenang dan tidak tergesa-gesa). Ini penting agar rukukmu sah dan khusyuk.
Dalam rukuk, kita mengakui kebesaran Allah dan kelemahan diri kita. Pikirkanlah hal ini saat sedang rukuk agar lebih meresapi makna ibadah.
I’tidal dan Sujud
Setelah rukuk selesai, kita akan bangkit dari rukuk sambil mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah” (Allah mendengar pujian orang yang memuji-Nya). Gerakan bangkit dari rukuk hingga kembali berdiri tegak ini disebut I’tidal.
Setelah I’tidal, kita akan melanjutkan ke gerakan sujud. Sujud adalah puncak ketundukan seorang hamba kepada Tuhannya. Dalam sujud, dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kaki menempel di lantai.
Langkah-langkah sujud:
- Bangkit dari rukuk (I’tidal) dengan mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah”.
- Ucapkan “Allahu Akbar” sambil turun untuk sujud.
- Letakkan dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kaki di lantai.
- Baca tasbih saat sujud minimal tiga kali: Subhaana Robbiyal A’laa.
- Bangkit dari sujud dengan mengucapkan “Allahu Akbar”.
Saat sujud, kita harus merasa dekat dengan Allah. Pikirkanlah bahwa di saat sujud inilah kita paling dekat dengan Sang Pencipta.
Gerakan sujud ini dilakukan dua kali dalam satu rakaat, yang dipisahkan oleh duduk di antara dua sujud. Duduk di antara dua sujud ini juga ada bacaannya, yaitu Robbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa’nii, wahdinii, wa’aafinii, warzuqnii.
Duduk Tasyahud Akhir dan Salam
Setelah menyelesaikan rakaat kedua pada sholat Isya, kita akan melanjutkan ke rakaat ketiga dan keempat. Untuk rakaat terakhir, setelah sujud kedua, kita akan duduk untuk tasyahud akhir. Duduk tasyahud akhir ini dilakukan sambil membaca bacaan tasyahud.
Bacaan tasyahud akhir:
- Attahiyyaatu mubaarakaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu’alaika ayyuhannabiyyu warohmatullahi wabarokaatuh. Assalaamu’alainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhuu wa rosuuluh.
Setelah membaca tasyahud akhir, ada bacaan shalawat Nabi yang disunnahkan untuk dibaca. Setelah itu, kita akan mengakhiri sholat dengan salam.
Cara salam:
- Menoleh ke kanan sambil mengucapkan “Assalaamu’alaikum warohmatullah”.
- Menoleh ke kiri sambil mengucapkan “Assalaamu’alaikum warohmatullah”.
Dengan salam inilah sholat kita selesai. Ucapkan salam dengan penuh rasa syukur karena telah menyelesaikan ibadah wajib.
Menjalankan sholat Isya sesuai dengan tata cara yang diajarkan adalah bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT. Setiap gerakan dan bacaannya memiliki makna tersendiri. Dengan memahami dan mengamalkan tata cara sholat Isya ini, semoga ibadah kita semakin berkualitas dan mendekatkan diri kita kepada Sang Pencipta.