Sholat Ied adalah salah satu momen paling bahagia dalam setahun bagi umat Islam. Ada dua sholat Ied yang utama, yaitu Sholat Iedul Fitri yang dirayakan setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan, dan Sholat Iedul Adha yang dirayakan pada tanggal 10 Dzulhijjah, bertepatan dengan penyembelihan hewan kurban. Memahami tata cara sholat ied yang benar adalah kunci agar ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Artikel ini akan membahas panduan lengkapnya dengan bahasa yang mudah dipahami, cocok buat kamu yang masih duduk di bangku SMP.
Kapan Sebaiknya Sholat Ied Dilaksanakan?
Pertanyaan pertama yang sering muncul adalah mengenai waktu pelaksanaan sholat Ied. Sholat Ied sebaiknya dilaksanakan setelah matahari terbit dan sedikit meninggi, yaitu kira-kira setelah lewat seperempat jam dari waktu shuruq (matahari terbit). Waktu ini diberikan agar umat Islam memiliki kesempatan untuk makan terlebih dahulu pada Iedul Fitri dan tidak terburu-buru menunaikan sholat.
Niat Sholat Ied
Sebelum memulai ibadah, niat adalah hal yang paling penting. Niat sholat Ied di dalam hati sudah cukup, namun melafalkannya akan lebih memperkuat keyakinan kita. Ada dua jenis sholat Ied, yaitu Iedul Fitri dan Iedul Adha, jadi niatnya sedikit berbeda.
Berikut adalah niat untuk sholat Iedul Fitri:
- Sholat Iedul Fitri sunnah karena Allah Ta’ala.
- Mengikuti Imam.
Untuk Sholat Iedul Adha, niatnya serupa namun dengan menyebut “Iedul Adha”:
- Sholat Iedul Adha sunnah karena Allah Ta’ala.
- Mengikuti Imam.
Penting untuk diingat bahwa niat dilakukan di dalam hati, bukan diucapkan dengan suara keras. Niat ini menjadi penentu keabsahan ibadah sholat kita.
Takbiratul Ihram dan Bacaan Setelahnya
Setelah niat, kita masuk ke bagian takbiratul ihram, yaitu mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan “Allahu Akbar”. Gerakan ini menandai dimulainya sholat.
Bacaan setelah takbiratul ihram dalam sholat Ied agak berbeda dari sholat biasa. Berikut urutannya:
- Takbiratul Ihram.
- Membaca doa iftitah (doa pembuka sholat).
- Kemudian dilanjutkan dengan takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama.
Di antara setiap takbir, disunnahkan membaca bacaan pujian:
| Bacaan | Arti |
|---|---|
| Subhanallah walhamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar | Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada ilah selain Allah, dan Allah Maha Besar. |
Tujuh kali takbir ini bertujuan untuk menunjukkan kebesaran Allah SWT sebelum kita melanjutkan bacaan surat.
Bacaan Surat Al-Fatihah dan Surat Lainnya
Setelah selesai dengan takbir tujuh kali dan bacaan pujiannya, kita akan melanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah. Ini sama seperti sholat pada umumnya.
Berikut adalah urutan bacaan setelah Al-Fatihah:
- Membaca surat Al-Fatihah.
- Kemudian dilanjutkan dengan membaca surat lainnya.
- Pada rakaat pertama, setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat “Qaf” atau surat “Al-A’la”.
Dalam sholat Iedul Adha, ada sedikit perbedaan:
- Pada rakaat pertama Iedul Adha, setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat “Al-A’la”.
- Pada rakaat kedua, setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat “Al-Ghashiyah”.
Pemilihan surat ini bersifat sunnah, artinya jika tidak dibaca pun sholat tetap sah, namun akan lebih baik jika dilakukan.
Ruku’ dan Bangkit dari Ruku’
Setelah membaca surat, kita akan melanjutkan ke gerakan ruku’. Gerakan ini dilakukan dengan membungkukkan badan sambil meletakkan kedua tangan di lutut.
Ketika bangkit dari ruku’, kita akan mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah” (Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya).
Setelah bangkit dari ruku’, kita tidak langsung sujud. Ada beberapa gerakan tambahan yang perlu diperhatikan:
- Bangkit dari ruku’ sambil mengucapkan “Rabbana lakal hamdu”.
- Setelah itu, ada tambahan takbir lagi pada rakaat pertama.
Jumlah takbir tambahan setelah bangkit dari ruku’ pada rakaat pertama sholat Ied adalah lima kali takbir.
Sujud dan Duduk di Antara Dua Sujud
Setelah bangkit dari ruku’ dan menyelesaikan takbir tambahan, kita akan melanjutkan ke gerakan sujud. Sujud dilakukan dengan meletakkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kaki di lantai.
Saat sujud, kita membaca tasbih yang biasa dibaca saat sujud dalam sholat fardhu, yaitu “Subhana Rabbiyal A’la” (Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi).
Setelah sujud pertama, kita akan duduk sejenak di antara dua sujud, lalu melakukan sujud kedua.
Urutan gerakan pada rakaat pertama adalah:
- Takbiratul Ihram.
- Doa Iftitah.
- Takbir lima kali.
- Membaca Al-Fatihah dan surat.
- Ruku’.
- Bangkit dari ruku’ dan membaca “Sami’allahu liman hamidah”.
- Takbir lima kali lagi.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
Rakaat Kedua
Rakaat kedua pada dasarnya memiliki tata cara yang mirip dengan rakaat pertama, namun ada sedikit perbedaan pada jumlah takbir. Ini adalah bagian penting yang sering terlupakan.
Setelah bangkit dari sujud kedua pada rakaat pertama dan berdiri untuk memulai rakaat kedua, kita akan kembali mengucapkan takbiratul ihram, lalu melanjutkan dengan takbir sebanyak tujuh kali.
Sama seperti rakaat pertama, di antara setiap takbir, disunnahkan membaca bacaan pujian:
- Subhanallah walhamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar.
Setelah tujuh kali takbir, kita akan membaca surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat pilihan. Pada rakaat kedua, disunnahkan membaca surat “Al-Baqarah” ayat 285-286 atau surat “Al-Qamar”.
Tahiyat Akhir dan Salam
Setelah menyelesaikan ruku’ dan sujud pada rakaat kedua, kita akan melanjutkan ke tahiyat akhir. Ini adalah momen di mana kita duduk untuk membaca bacaan tasyahud.
Bacaan tahiyat akhir sama seperti pada sholat fardhu, yaitu:
- Membaca tasyahud awal (jika ada).
- Membaca tasyahud akhir.
- Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Setelah selesai membaca tahiyat akhir, kita akan mengucapkan salam untuk mengakhiri sholat. Salam diucapkan dua kali, ke kanan dan ke kiri.
Urutan salam adalah:
- Mengucapkan salam ke kanan sambil menoleh ke kanan: “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah”.
- Mengucapkan salam ke kiri sambil menoleh ke kiri: “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah”.
Khutbah Setelah Sholat Ied
Penting untuk diketahui bahwa setelah selesai sholat Ied, biasanya akan dilanjutkan dengan khutbah. Khutbah ini memberikan nasehat dan pengingat bagi umat Islam.
Ada dua bagian khutbah yang biasanya disampaikan, dipisahkan oleh duduk sebentar di antara kedua khutbah.
Saat mendengarkan khutbah, kita dianjurkan untuk:
- Duduk dengan tenang dan penuh perhatian.
- Tidak berbicara atau mengalihkan pandangan.
- Mendengarkan nasehat yang disampaikan.
Mendengarkan khutbah adalah bagian penting dari rangkaian ibadah sholat Ied, karena khutbah berisi ajaran dan motivasi bagi kita.
Hal-hal yang Disunnahkan Sebelum dan Sesudah Sholat Ied
Selain tata cara sholatnya, ada beberapa amalan sunnah yang dianjurkan sebelum dan sesudah sholat Ied untuk menambah keberkahan.
Sebelum berangkat sholat Ied, disunnahkan untuk:
- Mandi.
- Memakai pakaian terbaik.
- Makan terlebih dahulu (khususnya saat Iedul Fitri).
- Berjalan kaki menuju tempat sholat (jika memungkinkan).
Setelah sholat Ied dan mendengarkan khutbah, disunnahkan untuk:
- Bertakbir lagi.
- Mengucapkan selamat Ied kepada sesama.
- Melakukan ziarah (jika perlu).
Amalan-amalan sunnah ini akan semakin menyempurnakan ibadah kita di hari raya.
Sholat Ied adalah momen istimewa yang penuh dengan kebahagiaan dan keberkahan. Dengan memahami dan mempraktikkan tata cara sholat ied yang benar, kita bisa menjalankan ibadah ini dengan khusyuk dan penuh makna. Semoga panduan ini membantumu dalam mempersiapkan diri menyambut hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Selamat menjalankan ibadah!